Pak Midun Melaju 760 KM di Sepedanya, Tuntut Keadilan Tragedi Kanjuruhan

Berita, Malang330 Dilihat

MALANG – Miftahudin Ramli, yang lebih dikenal sebagai Pak Midun, telah menarik perhatian publik dengan prestasi luar biasanya dalam menjalani perjalanan sepeda sejauh 760 kilometer untuk mencari keadilan bagi tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 153 orang. Meskipun usianya sudah mencapai 52 tahun, Pak Midun tetap tangguh dan penuh semangat saat memulai perjalanan berat ini.

Misi Pak Midun berfokus pada ajakan kepada pihak berwenang untuk mengklasifikasikan insiden Kanjuruhan sebagai pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Sepedanya dihiasi dengan tulisan “Justice for Kanjuruhan” dan “Football Without Violence,” serta papan kardus yang membawa pesan kepada Presiden Joko Widodo. Salah satu pesan tersebut berbunyi, “Pak Jokowi, saat Anda berada di Rumah Sakit Saiful Anwar, Anda berjanji akan menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Di mana hasilnya? Sudah 10 bulan berlalu. Apakah ini karena korban adalah orang biasa? Tragedi Kanjuruhan adalah pelanggaran hak asasi manusia yang serius!!!”

Dengan semangat yang luar biasa, si penunggang sepeda ini memulai perjalanannya dari Batu, Malang, pada hari Kamis (3 Agustus) pukul 11:00 pagi. Setelah menempuh jarak sekitar 300 kilometer dan melewati enam kota, Pak Midun tiba di Kudus pada hari Senin (7 Agustus). Dukungan hangat dari penduduk lokal menyambutnya, dan akun Twitter @tribunmelawan membagikan kabar kedatangannya, dengan tulisan, “Update terbaru: Ebes Midun telah tiba di Kudus. Terima kasih banyak dan hormat kepada semua teman yang sabar menanti kedatangannya. Tetap sehat, semuanya!”

Yang menarik, Pak Midun tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban tragedi Kanjuruhan, dan dia adalah seorang pegawai negeri di administrasi kota Batu. Keputusannya untuk melakukan perjalanan ini berasal dari keinginannya untuk memperjuangkan perdamaian sebagai penduduk Malang dan untuk menuntut pemerintah mengakui secara resmi bahwa tragedi Kanjuruhan adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

Baca Juga:   TMMD, Kodim Madiun Siapkan 150 Personel untuk Bangun Infrastruktur Jalan

Berdasarkan rute yang ditandai di Google Maps, perjalanan Pak Midun diharapkan mencapai sekitar 760 kilometer dari Malang menuju Jakarta. Untuk menyelesaikan misi ini, diperkirakan dia akan menghabiskan sekitar 156 jam di jalan. Dedikasi dan determinasi Pak Midun menjadi simbol dari komitmennya untuk mencari keadilan bagi para korban tragedi Kanjuruhan.

Perjalanan luar biasa yang diambil oleh Pak Midun tidak hanya menyoroti kekuatan dan keyakinannya pribadi, tetapi juga menekankan pentingnya mencari keadilan dan akuntabilitas atas insiden tragis yang memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat. Saat dia terus mengayuh sepedanya menuju tujuannya, dia menjadi lambang dari kekuatan tindakan individu dalam mengejar perubahan bersama.

Komentar