Waspada! Perubahan Suhu Ekstrem di Kota Madiun Saat Musim Kemarau, BPBD Minta Masyarakat Perkuat Daya Tahan Tubuh

Berita, Madiun242 Dilihat

MADIUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun mengeluarkan peringatan kepada seluruh warga untuk mewaspadai perubahan suhu udara yang signifikan dari panas di siang hari menjadi dingin di malam hari selama puncak musim kemarau. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Wahyudi, menyatakan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk meningkatnya risiko terserang influenza.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, saat ini suhu udara di wilayah Madiun dan sekitarnya berada dalam kisaran 19 derajat Celcius untuk suhu terendah dan 31 derajat Celcius untuk suhu tertinggi. Sementara itu, suhu rata-rata berkisar antara 20 hingga 25 derajat Celcius.

Dilansir dari berita Antara (24/07/2023) “Dari pantauan citra satelit cuaca Himawari, malam hari kondisi atmosfer Jatim secara umum kering. Kondisi itu mendukung terjadinya fenomena ‘bediding’ atau penurunan suhu yang signifikan antara malam ke pagi hari,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Wahyudi, dalam keterangan di Madiun.

Wahyudi menambahkan bahwa fenomena perubahan suhu ini merupakan hal yang wajar terjadi saat memasuki awal musim kemarau, terutama pada periode Juli dan Agustus. Pada siang hari, suhu udara terasa panas, sementara malam harinya menjadi sangat dingin dengan adanya hembusan angin kencang. Fenomena ini disebabkan oleh pergerakan angin dari timur, yaitu angin monsun Australia yang bersifat dingin dan kering menuju Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.

Lebih lanjut, Wahyudi mengingatkan agar warga tetap waspada terhadap serangan influenza yang dapat meningkat akibat perubahan suhu yang drastis. Untuk mengantisipasi masalah kesehatan ini, ia menyarankan agar masyarakat mengenakan pakaian hangat, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi dan multivitamin. Hal ini penting karena pada periode kemarau, daya tahan tubuh manusia cenderung menurun, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap demam dan flu.

Baca Juga:   Khofifah Ingin Ada Pembiasaan Bahasa dan Pakaian Daerah Bagi Siswa

Perubahan suhu yang ekstrem juga dapat menyebabkan dampak lainnya, seperti kesehatan pernapasan dan ketidaknyamanan bagi beberapa kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, BPBD Kota Madiun juga mengimbau agar seluruh warga, terutama kelompok rentan, selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan suhu udara.

Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghadapi perubahan suhu yang ekstrem, diharapkan masyarakat Kota Madiun dapat mengatasi musim kemarau dengan lebih baik dan tetap menjaga kesehatan serta kesejahteraan diri dan keluarga. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menghadapi perubahan suhu yang ekstrem, BPBD Kota Madiun siap memberikan bantuan dan informasi yang diperlukan bagi seluruh masyarakat.***

Komentar