Warga Ponorogo Meriahkan Grebeg Suro dengan Ritual Sedekah Bumi di Telaga Ngebel

Berita, Ponorogo324 Dilihat

PONOROGO-Jawa Timur – Pada tanggal 19 Juli 2023, warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merayakan Suroan dengan menggelar sedekah bumi di Telaga Ngebel. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan “Grebeg Suro,” yang telah dijadikan salah satu ikon utama dalam festival tahunan “Festival Reyog Nasional.” Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyambut antusiasme warga dalam mengikuti ritual sedekah bumi dengan melarung aneka hasil bumi yang dikemas dalam wujud tumpeng besar ke tengah Telaga Ngebel.

“Hari ini larungan dimaknai sebuah doa dikemas dengan cara budaya dengan teatrikal agar kemudian semua simbol-simbol menunjukkan kita patuh kepada Gusti Allah juga kepada pendahulu kita,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam pidato sambutannya.

“Suroan” merupakan perayaan tahun baru dalam tradisi Jawa yang jatuh pada tanggal 1 Muharram, penanggalan Hijriyah. Di Kabupaten Ponorogo, perayaan Suroan menjadi salah satu momen paling bersejarah dan penuh makna bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan pergantian tahun, tetapi juga mengandung makna spiritual dan budaya yang mendalam.

Telaga Ngebel, yang terletak di lereng Gunung Wilis, menjadi lokasi yang dipilih secara khusus untuk melangsungkan ritual sedekah bumi. Telaga ini dipercaya sebagai tempat yang sakral dan memiliki nilai historis yang tinggi bagi masyarakat Ponorogo. Dengan menggelar sedekah bumi di Telaga Ngebel, warga setempat mengenang dan menghormati nenek moyang mereka serta mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.

Telaga Ngebel dengan berbagai daya tariknya, sudah menjadi tugas kita memberikan ruh agar telaga Ngebel bisa lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Kegiatan ini diawali dengan upacara adat yang melibatkan para sesepuh dan tokoh masyarakat. Dilanjutkan dengan persembahan dari aneka hasil bumi seperti hasil pertanian, perkebunan, dan kerajinan tangan yang dibentuk dalam wujud tumpeng besar. Tumpeng, dengan berbagai warna dan cita rasa, menggambarkan kekayaan alam Kabupaten Ponorogo yang beragam.

Baca Juga:   Gubernur Jatim Tingkatkan Layanan dan Konektivitas Transportasi Laut di Pelabuhan Kota Probolinggo

“Tahun depan saya minta kepada semua pihak agar larungan dibesarkan dan dimeriahkan kembali, ini keren untuk mengundang wisata, kita butuh wisata pemikat. Tahun depan harus ada gunungan durian, manggis, keripik tempe atau apapun hasil bumi dari tiap desa di Ngebel,” kata Sugiri dikutip sumber dari Antara (20/07/2023).***

Komentar