Tim SAR Gabungan Temukan Empat Nelayan Korban Kapal Tenggelam di Perairan Jatim

Berita, Trenggalek258 Dilihat

TRENGGALEK-Dalam sebuah operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI-Polri, BPBD, TNI AL, Polairud, dan unsur terkait lainnya, empat nelayan yang menjadi korban kapal pecah dan tenggelam di perairan Pantai Gladak, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berhasil ditemukan. Keempat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kecelakaan laut yang mengakibatkan keempat nelayan ini menjadi korban terjadi akibat kapal-kapal pancing yang pecah setelah tergulung ombak tinggi di perairan Pantai Gladak. Operasi SAR ini telah berlangsung dengan tekad dan kerja sama yang kuat antara berbagai lembaga terkait, termasuk Basarnas, TNI-Polri, BPBD, TNI AL, dan Polairud. Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan penuh tekun dan semangat, mencari di sekitar lokasi kejadian.

Hasil dari operasi tersebut adalah penemuan keempat korban dalam waktu relatif singkat. Hendi Purnomo, nakhoda kapal Excel, menjadi korban pertama yang ditemukan pada pukul 11.20 WIB, di jarak sekitar 0,5 nautical mile dari lokasi kejadian. Mukono, ABK kapal Wilwo, ditemukan tak berselang lama setelahnya, sekitar pukul 11.40 WIB, di jarak 0,2 mil laut dari lokasi. Kukuh Setioaji, ABK kapal Excel, ditemukan dalam dua jam setelah itu, pada koordinat 0,3 mil laut. Terakhir, Suparni, nakhoda kapal Wilwo, berhasil ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB, dengan jarak 0,7 mil laut dari lokasi awal.

Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Yoni Fahriza, menjelaskan bahwa “Semuanya dievakuasi petugas dalam kondisi meninggal dunia. Mereka ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi kejadian.” Setelah dievakuasi, jenazah keempat nelayan ini kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut.

Dengan ditemukan keempat ABK yang sebelumnya dinyatakan hilang tenggelam, operasi pencarian dan pertolongan ini dinyatakan resmi ditutup. Seluruh tim SAR gabungan, termasuk TNI-Polri, BPBD, Basarnas, TNI AL, Polairud, serta unsur terkait lainnya, membubarkan diri setelah empat jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga korban.

Baca Juga:   Akses Malang-Lumajang Dialihkan, Dampak Jembatan Putus karena Banjir

Kecelakaan ini mengingatkan pentingnya keselamatan di laut, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Kita diingatkan untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan keamanan dalam setiap aktivitas di perairan.***

Komentar