Terangkatnya Aspal Jalan Diponegoro Surabaya: Penyebab dan Penanganan oleh PDAM Surya Sembada

Berita, Surabaya264 Dilihat

SURABAYA-Jalan Diponegoro, Surabaya, menjadi sorotan warga setempat setelah terjadi insiden terangkatnya aspal pada Selasa (1/8/2023). Kejadian ini terjadi sebagai akibat dari proyek penggantian pipa yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya. Aspal jalan terangkat karena adanya dorongan lumpur dari bawah tanah selama proses penggantian pipa berlangsung.

Menurut keterangan dari Direktur Operasi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Nanang Widyatmoko, suara ledakan yang sempat terdengar oleh warga sebenarnya bukanlah ledakan, melainkan suara patahan aspal. Hal ini menjadi awal dari peristiwa mengejutkan yang terjadi ketika petugas sedang melaksanakan proyek penggantian pipa air.

“Bukan ledakan, itu suara patahan aspal saja,” kata Nanang dikutip dari berita Antara (01/08/2023).

Pipa lama yang mengalami karat direncanakan untuk diganti dengan pipa baru berbahan high density polyethylene (HDPE) berukuran 600 milimeter. Namun, ketika petugas menarik pipa tersebut dari dalam tanah, lumpur ikut terangkat dan menyebabkan sebagian aspal di sekitarnya ikut terangkat pula.

Nanang menjelaskan bahwa terangkatnya aspal tidak merata, hanya mencapai sekitar lima hingga enam meter dimensinya. Meskipun insiden ini mengejutkan, pihak PDAM berusaha melakukan penanganan secepat mungkin.

“Terangkatnya tidak lebar, tidak sampai setengah jalan. Aspal naik sekitar lima sampai enam meter dimensinya,” ujarnya.

Proyek penggantian pipa ini menggunakan mekanisme pengeboran dengan pertimbangan berbagai aspek, seperti kepadatan lalu lintas, kondisi lebar jalan, dan banyaknya aktivitas perekonomian masyarakat di lokasi tersebut. Namun, terangkatnya aspal menjadi hal yang tidak terduga dalam proses pengeboran.

Pihak PDAM Surya Sembada Kota Surabaya tengah berupaya menangani bagian aspal yang terangkat dan akan melanjutkan proses rekondisi lokasi. Diperkirakan penanganan ini akan selesai pada malam harinya, sekitar jam 12 malam, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.

Baca Juga:   Wali Kota Eri Cahyadi Ungkap Potensi Ekonomi dan Eksplorasi Baru di Kebun Raya Mangrove

“Semoga nanti malam selesai. Kemungkinan setelah isya’ sampai jam 12 malam estimasinya. Tergantung kondisi lapangan juga,” kata Nanang.

Selain untuk mengatasi insiden terangkatnya aspal, pengerjaan proyek ini juga dilakukan dengan cepat untuk mencegah adanya kebocoran yang dapat merambat hingga ke pipa di bawah Fly Over Pasar Kembang. Potensi kebocoran tersebut dapat berdampak besar pada masyarakat dan infrastruktur sekitar.

“Pipa kami ada yang di bawah fly over dan kalau terjadi apa-apa penangan akan sulit, dampaknya ke masyarakat juga besar. Kalau airnya keluar dan tidak segera tertangani akan menggerus tanah di sekitar jembatan itu,” kata dia.

Sebelumnya, warga di sekitar Jalan Diponegoro, Surabaya, terkejut dengan kejadian aspal yang terangkat. Warga juga merasakan getaran dari peristiwa tersebut. Dengan upaya penanganan yang cepat, diharapkan aktivitas keseharian warga segera dapat berjalan normal kembali.

Proyek penggantian pipa ini menjadi perhatian bagi seluruh warga Surabaya karena mempengaruhi kondisi jalan dan kenyamanan beraktivitas di sekitar area proyek. PDAM Surya Sembada Kota Surabaya akan terus melakukan pemantauan dan penanganan agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat pengguna layanan air PDAM.***

Komentar