Perayaan Sambut Tahun Baru Hijriyah di Ponorogo: Mengungkap Keindahan Grebeg Suro

Berita, Ponorogo304 Dilihat

PONOROGO – Ponorogo, sebuah kota di Jawa Timur, menjadi sorotan pada Selasa, 18 Juli 2023, saat merayakan puncak perayaan Grebeg Suro di Alun-alun Ponorogo. Kegiatan seni budaya yang memeriahkan perayaan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram dan 1 Sura dalam penanggalan Jawa ini menarik perhatian ribuan pengunjung. Acara ini dikemas dalam sejumlah perayaan dan kegiatan, dengan Festival Nasional Reog Ponorogo menjadi salah satu acara yang paling meriah.

Festival Reog Ponorogo merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan Grebeg Suro. Acara ini berlangsung selama beberapa malam dan diikuti oleh Klub Reog dari berbagai kota di Indonesia. Bahkan, pada Sabtu malam sebelumnya, festival tersebut turut dihadiri oleh Sandiaga Uno, Menteri Kemenparekraf, yang ikut menyaksikan keindahan Reog Ponorogo. Ponorogo berhasil menunjukkan keberagaman seni dan budaya Indonesia melalui festival ini.

Pada kesempatan lain, Hasyim Muhammad, seorang pengguna Twitter dengan akun @hasyimmah, mengungkapkan apresiasinya terhadap perayaan Tahun Baru Hijriyah di Ponorogo. Meski tidak dapat menghabiskan waktu lama di sana selama Grebeg Suro, dia berusaha menyempatkan diri untuk datang ke Ponorogo. Festival Reog, pertunjukan wayang, dan keramaian perayaan tradisional menjadi daya tarik yang tak dapat diabaikan.

Ponorogo secara khusus terkenal dengan hubungannya yang erat dengan Reog. Mereka berhasil melekatkan kata “Ponorogo” di depan kata “reog” sebagai representasi kekayaan budaya mereka. Meskipun pertunjukan Reog telah mendunia dan dimainkan di berbagai tempat, tak dapat dipisahkan dari nama Ponorogo. Ini menunjukkan betapa kuatnya identitas budaya dan kebanggaan yang ditanamkan dalam masyarakat setempat.

Perayaan Tahun Baru Hijriyah di Ponorogo menawarkan pengalaman yang menghibur dan mengesankan. Jika Anda memiliki kesempatan untuk berlibur selama Tahun Baru Hijriyah, tak ada salahnya menikmati perayaan Grebeg Suro di Ponorogo. Acara ini tak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang seni dan budaya tradisional Indonesia.***

Baca Juga:   Air Sungai di Pamekasan Diduga Tercemar Limbah Batik

Komentar