Pemisahan Bayi Kembar Siam Aisyah dan Aliyah di RSUD Saiful Anwar

Berita, Malang376 Dilihat

MALANG-Sabtu, 12 Agustus 2023, menjadi saksi bisu dari salah satu mukjizat medis yang menakjubkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar. Dalam suasana yang penuh harap dan ketegangan, sekelompok pahlawan putih berhasil memisahkan bayi kembar siam Aisyah dan Aliyah dalam operasi yang dipandang tinggi risikonya.

Dimulai dari pukul 09.05 WIB, ketika matahari masih enggan menyinari langit, tim dokter RSUD Saiful Anwar bergerak di balik pintu operasi yang menjadi arena perlawanan melawan waktu. Dengan tekun dan hati penuh harap, para dokter telah merancang kisah pemisahan ini sejak pukul 04.30 WIB di ruang operasi.

Dr. Eko Sulistijono, sang pemimpin tim, dan dr. Setya Mitra H., sang sekretaris, menjunjung harapan dan tanggung jawab dalam operasi ini. Mereka bukan hanya menyambut pagi yang baru muncul, tetapi juga masa depan yang cerah bagi Aisyah dan Aliyah. Bayi-bayi berusia 11 bulan ini, lahir dari keluarga di Kabupaten Pasuruan, memiliki takdir yang terpaut oleh penyatuan perut, hati, dan tulang dada.

“Operasi berlangsung dengan tekun dan penuh antusiasme dari seluruh tim,” kata dr. Bachtiar Budianto, Direktur Utama RSUD Saiful Anwar, dengan mata berbinar. Kini, cerita satu jam di dalam ruang operasi telah melahirkan dua kisah terpisah.

Namun, seperti alur takdir yang jarang lurus, operasi ini tidak lepas dari tantangan. Dalam pengalaman dr. Eko, ini bukan kali pertama ia mengecap kepahitan medis. Dengan lebih dari seratus operasi pemisahan bayi kembar siam di bawah ikat pinggangnya, ia melangkah maju dengan semangat pejuang. “Kami hadapi hambatan, tapi kami sudah mempersiapkan segalanya. Kini, kulit-kulit mereka kembali menutupi dua individu yang akan menulis kisah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:   Terangkatnya Aspal Jalan Diponegoro Surabaya: Penyebab dan Penanganan oleh PDAM Surya Sembada

Lebih dari lima puluh pasang tangan terampil dan hati penuh harap telah menunggu momen ini. Operasi pemisahan berisiko tinggi ini mewarnai koridor RSUD Saiful Anwar dengan aura heroik yang membuncah. Hati-hati terlatih, pikiran tenang, mereka menjadi penjaga bagi Aisyah dan Aliyah, membimbing mereka dari kegelapan penyatuan menuju cahaya kemerdekaan individual.

Operasi yang berhasil pada pukul 10.10 WIB membawa pulang dua malaikat kecil dalam perjalanan yang baru. Saat kulit-kulit mereka kembali berjumpa dalam harmoni, kota ini mengembalikan harapan kepada keluarga kecil di Kabupaten Pasuruan dan semua yang mengikuti cerita ini dengan penuh empati.

Dari pelukan kembar siam yang dulu abadi, kini dua individu terpisah bangkit untuk menari di panggung hidup mereka masing-masing. Dalam momen ini, tim dokter RSUD Saiful Anwar telah mengukir kisah tak terlupakan, membalas pagi dengan satu mukjizat medis yang memancarkan cahaya harapan.***

Komentar