Komitmen Banyuwangi Pertahankan Kebun Kopi Rakyat Terjaga Melalui Festival Pesta Rakyat Kopi Gombengsari

Banyuwangi, Berita282 Dilihat

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengukuhkan tekadnya untuk mempertahankan kebun kopi rakyat dengan menggelar Festival Pesta Rakyat Kopi Gombengsari pada tanggal 8-13 Agustus 2023. Festival ini merupakan langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan kebun kopi rakyat dan mempromosikan potensi kopi lokal.

Festival Pesta Rakyat Kopi Gombengsari diadakan di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, yang dikenal sebagai kampung kopi. Desa ini memiliki luas lahan perkebunan kopi rakyat sekitar 850 hektar, berada di ketinggian antara 450 hingga 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan menghasilkan kopi robusta berkualitas sekitar 700 ton per tahun.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa tujuan dari festival ini adalah bukan hanya tentang produksi kopi, tetapi juga mengenai bagaimana cara menjaga keberlanjutan kebun kopi rakyat. “Saya ingin kebun kopi rakyat di Banyuwangi lestari,” ujarnya saat menghadiri acara puncak Festival Pesta Rakyat Kopi Gombengsari.

Salah satu hal yang menarik adalah sebagian besar kebun kopi rakyat di daerah ini dikelola secara organik. Pemerintah daerah memberikan bantuan 4 ribu bibit kopi robusta kepada kelompok tani di Desa Gombengsari untuk mendorong pertanian organik dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa festival ini merupakan sinergi antara pertanian, pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya. Festival ini mencakup berbagai perlombaan dunia perkopian, seperti lomba barista, lomba tumbuk kopi, bursa kopi, dan lomba pemandu wisata.

Banyuwangi telah menjadi salah satu sentra kopi robusta terbesar di Jawa Timur, dengan produksi rata-rata sebanyak 10.673 ton per tahun. Luas kebun kopi di Banyuwangi mencapai 15.000 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan.

Dalam upaya mempromosikan kopi lokal, Bupati Ipuk berpartisipasi dalam pemrosesan kopi rakyat dari pemetikan hingga penyeduhan. Proses pengolahan kopi ini dilakukan dengan dua metode, yakni tradisional dan modern. Dalam festival ini, proses tradisional ditampilkan melalui penggunaan alat-alat tradisional seperti lesung-alu untuk penumbukan biji kopi dan kayu bakar untuk proses sangrai.

Baca Juga:   Pak Midun Melaju 760 KM di Sepedanya, Tuntut Keadilan Tragedi Kanjuruhan

Ketua Panitia Pesta Rakyat Kopi Gombengsari, Hariyono HO, menekankan bahwa banyak generasi muda di Desa Gombengsari terlibat langsung dalam industri kopi. Saat ini, sudah ada sekitar 30 produk kopi Gombengsari yang sebagian besar dikelola oleh anak-anak muda.

Dengan diselenggarakannya Festival Pesta Rakyat Kopi Gombengsari, Banyuwangi tidak hanya memperkuat peran sebagai penghasil kopi robusta terkemuka di Jawa Timur, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan kebun kopi rakyat serta mengangkat potensi lokal melalui kerjasama antara pertanian, pariwisata, dan pelaku ekonomi lokal.

Komentar